- Semua
- Anggaran Responsif Gender
- Data & Analitik
- disabilitas
- disabilitas intelektual
- GEDSI
- inklusi sosial
- Manajemen Keuangan
- sindrom down
- SPM
- Standard
- Top 10

Menjadi tua adalah bagian alami dari hidup, dan lansia bukanlah sekadar objek, melainkan subjek pembangunan yang berdaya. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pelopor masyarakat ramah lansia lewat Rencana Aksi Daerah Lanjut Usia (RAD Lansia). Untuk mewujudkan masyarakat ramah lansia ini, kolaborasi lintas sektor sangat penting. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan dan Bappenas, menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan lansia melalui berbagai kebijakan perlindungan sosial, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Kolaborasi pemadanan data sosial-ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan bagaimana integrasi DTKS, P3KE, dan Regsosek dapat meningkatkan ketepatan program bantuan sosial, mengurangi duplikasi, dan memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat miskin dan rentan. Didukung oleh Program SKALA, inisiatif ini memperkuat transparansi, efisiensi, dan kepercayaan publik melalui validasi data hingga tingkat desa serta pemanfaatan sistem SEPAKAT dalam perencanaan pembangunan. Keberhasilan NTT menjadi contoh praktik baik menuju terwujudnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai fondasi kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.