Kolaborasi Kampus di Aceh Akselerasi Implementasi Satu Data

29/07/2026

Pemerintah Aceh terus memperkuat implementasi Satu Data Aceh. Selain penyediaan regulasi, sistem, prosedur, kapasitas sumberdaya manusia serta melakukan interoperabilitas portal Satu Data Aceh dengan portal Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri melalui PELITA, pemerintah Aceh juga terus menggandeng perguruan tinggi melalui program magang mahasiswa.

Kolaborasi ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah dataset yang dipublikasikan. Hingga Juni 2026, sebanyak 4.005 dataset telah tersedia di Portal Satu Data Aceh, meningkat dua kali lipat dibandingkan Januari 2026 yang berjumlah sekitar 2.000 dataset.

Kepala UPTD Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Aceh, Sayid Azhary, mengatakan bahwa kolaborasi perguruan tinggi melalui semboyan ‘Kampus Berdampak’ telah memberikan kontribusi nyata untuk akselerasi implementasi Satu Data Aceh. Selain itu, kehadiran mahasiswa juga telah membantu UPTD Statistik, dalam menghadapi keterbatasan jumlah sumber daya manusia dalam pengelolaan data statistik sektoral pemerintah.

“Salah satu tugas mahasiswa selama mengikuti program intenship ini adalah melakukan identifikasi, standarisasi, data cleaning, validasi, migrasi menyebarluaskan data melalui portal satu data Aceh.

Kolaborasi Pemerintah Aceh dengan Perguruan Tinggi ini telah dimulai sejak tahun 2024, diawali dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan bertransformasi menjadi ‘Kampus Berdampak’ dilaksanakan oleh UPTD Statistik, DISKOMINSA Aceh. Hingga Juni 2026, sebanyak 108 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala dan Fakultas Informatika Universitas Bina Bangsa Getsempena, yang terbagi dalam 5 batch telah menyelesaikan magangnya.

Selain mendukung penyebarluasan data pada portal Satu Data Aceh, mahasiswa yang mengikuti program intenship ini juga, melakukan penulisan artikel, pengembangan dashboard analitik dan visualisasi data daerah.

Bagi mahasiswa, program ini juga menjadi wadah aplikasi terhadap ilmu yang didapat selama mengikuti proses pendidikan di kampus. Disisi lain, bagi pemerintah Aceh, pelaksanaan kolaborasi ini telah membantu memenuhi jumlah sumberdaya manusia serta meng-akselerasi implementasi satu data daerah.

Aditya Arrahman, mahasiswa Program Studi Statistika FMIPA Universitas Syiah Kuala sekaligus Ketua Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA), mengaku memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan di ruang kuliah.

“Ini merupakan pengalaman baru bagi saya. Dari kegiatan ini, saya memahami bahwa data memiliki beragam jenis, format, dan cara pengelolaan. Terlibat langsung dalam proses migrasi data memberikan pengalaman learning by doing yang sangat berharga dan menjadi salah satu pengalaman belajar terbaik selama kuliah,” katanya.

Menurut Aditya, pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai pentingnya data dalam mendukung pembangunan daerah.

Hingga berakhirnya kolaborasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Gelombang V pada 29 Juni 2026, proses migrasi telah mencakup data yang berasal dari 48 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), 46 kelompok data, serta data JITUPASNA yang sebelumnya dipublikasikan melalui Portal Open Data Aceh.

Uji cobacoba model kolaborasi implementasi Satu DataData Aceh dilakukan melalui dukungan teknis dari SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), Program Kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. Dalam pelaksanaannya, SKALA turut memfasilitasi fasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas teknis bagi mahasiswa agar mereka memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam mendukung proses identifikasi, standardisasi, pembersihan, validasi, visualisasi, serta publikasi data pada Portal Satu Data Aceh.

Melalui kolaborasi antara Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Dalam Negeri, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan lainnya, Pemerintah Aceh berharap penguatan Satu Data Aceh dapat menjadi fondasi bagi pembangunan daerah yang lebih responsif, inklusif, dan berkelanjutan berbasis data yang berkualitas.

SKALA Logo Footer

Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) adalah Program Kemitraan Australia-Indonesia untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya mengurangi kemiskinan dan ketimpangan dengan meningkatkan penyediaan layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan di daerah tertinggal.

CONTACT US

Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) adalah Program Kemitraan Australia-Indonesia untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya mengurangi kemiskinan dan ketimpangan dengan meningkatkan penyediaan layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan di daerah tertinggal.

CONTACT US

SKALA dikelola oleh 

SKALA @ Copyright 2023