Penyediaan Layanan Dasar
untuk Masyarakat Rentan
Dikembangkan berdasarkan PP No. 2/2018 dan Permendagri No. 59/2021.
TAP
TAP 2
Penguatan kebijakan dan kelembagaan satu data daerah
Sasaran Antara:
Siklus data daerah di Prov/Kab lokasi SKALA berfungsi optimal
TAP 3
Penguatan sistem informasi tingkat desa
Sasaran Antara:
Desa di Kab/Kota lokasi SKALA mengoperasikan sistem informasi tingkat desa
TAP 4
Sistem dan integrasi antar sistem data
Sasaran Antara:
Sistem pengelolaan data di pusattertintegrasi dan berfungsi optimal
Pemerintah Pusat dan Pemprov/Pemda lokasi SKALA memanfaatkan sistem pengelolaan data yang terintegrasi (telah dibagi-pakaikan)
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memanfaatkan SIPD-RI untuk perencanaan dan penganggaran
Pendataan yang terkonsolidasi
Pemetaan Masalah
- Beragamnya kapasitas Pemda pada semua tahapan siklus data daerah.
- Lemahnya standardisasi data prioritas.
- Siklus pengelolaan data sektoral untuk pemenuhan SPM di daerah yang belum konsisten.
- Bagi-pakai data belum mencakup semua sumber data.
Perubahan yang disasar
Data layanan dan pembangunan terkonsolidasi, terverifikasi, updated, dapat dibagi-pakaikan, dan konsisten.
Integratif/Kolaboratif
PKKS, KJS, KPPA, Bappenas
Sesditjen Bina Bangda, PEIPD, Pusdatin dan Inspektorat II, Kemendagri
Sistem Perimbangan Keuangan, Kemenkeu
isi tap detail
tiap tahun
anggaran
TAP 2
Penguatan kebijakan dan kelembagaan satu data daerah
TAP 2
Penguatan kebijakan dan kelembagaan satu data daerah
TAP 3
Penguatan sistem informasi tingkat desa
TAP 3
Penguatan sistem informasi tingkat desa
TAP 4
Sistem dan integrasi antar sistem data
TAP 4
Sistem dan integrasi antar sistem data
TAP
TAP 5
Analisis dan Pemanfaatan data
Sasaran Antara:
Pemprov/Pemkab lokasi SKALA menghasilkan analisis berbasis data secara reguler yang sesuai kebutuhan perencanaan daerah (Renaksi SPM, dll.), berbasis alat analisis (misalnya SEPAKAT)
Pemerintah pusat menggunakan hasil analisis berbasis data daerah (mikro) dalam perumusan kebijakan dan program penyediaan layanan dasar inklusif
TAP 1
Partisipasi
Sasaran Antara:
Jaringan masyarakat sipil di Prov/Kab lokasi SKALA melakukan advokasi, secara kolaboratif, tentang kebutuhan kelompok rentan
Pemetaan penerima manfaat
Pemetaan Masalah
- Terbatasnya data mikro sasaran program sesuai tingkat kesejahteraan sosial (BNBA).
- Terbatasnya kapasitas Pemda menganalisa dan memanfaatkan data.
- Terbatasnya alat dan kapasitas analisis data.
Perubahan yang disasar
Data yang sudah terkonsolidasi dianalisis sehingga tidak hanya diketahui jumlah dan tipologi masyarakat rentan yang disasar, tapi juga memperhitungkan faktor-faktor yang mengakibatkan kerentanan.
Integratif/Kolaboratif
KPPA, PKPM, KJS, Bappenas
Sesditjen Bina Bangda dan PEIPD, Kemendagri
P2D, DJPK, Kemenkeu
isi tap detail
tiap tahun
anggaran
TAP 5
Analisis dan Pemanfaatan data
TAP 5
Analisis dan Pemanfaatan data
TAP 1
Partisipasi
TAP 1
Partisipasi
TAP
TAP 1
Partisipasi
Sasaran Antara:
Jaringan masyarakat sipil di Prov/Kab lokasi SKALA melakukan advokasi, secara kolaboratif, tentang kebutuhan kelompok rentan
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki data penerapan SPM yang mutakhir, handal, terverifikasi, dan hasil bagi-pakai
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki rencana aksi penerapan SPM
Tim penerapan SPM Prov/Kab lokasi SKALA menjalankan peran korbinwas kepada Kab/Kota dan unit layanan
TAP 7
Perencanaan  Daerah
Pemprov/Pemda lokasi SKALA menyusun kebijakan dan dokumen perencanaan yang berorientasi pada penerapan dan pemenuhan layanan dasar inklusif, secara tepat waktu dan berkualitas
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
Pemprov/Pemkab penerima dana OTSUS menyusun kebijakan dan dokumen perencanaan dan anggaran yang berorientasi pada penerapan dan pemenuhan layanan dasar inklusif secara tepat waktu, berkualitas dan konteks pembangunan wilayahnya
Perencanaan
Pemetaan Masalah
- Mekanisme dan forum partisipasi masyarakat (khususnya kelompok rentan) masih formalitas.
- Terbatasnya kapasitas Pemda dalam penyusunan menyusun dokrenda.â
- Pemanfaatan SIPD belum optimal.
- Integrasi berbagai rencana aksi daerah ke dokumen perencanaan reguler belum optimal.
Perubahan yang disasar
- Musrenbang mengkonfirmasi dan mengusulkan layanan yang tepat/perlu peningkatan.
- Identifikasi rumusan program, kegiatan, dan sub-kegiatan berbasis dokumen rencana aksi dan dokumen perencanaan reguler & berkualitas.â
- Identifikasi sumber pembiayaan (pengalokasian).
Integratif/Kolaboratif
PKD TKD, Pembangunan Indonesia Barat, Pembangunan Indonesia Timur, KPPA, PKKS, Bappenas
Sesditjen Bangda, PEIPD Bangda, FTPUD Keuda, PDODPOD Otda, Inspektorat II, & Fasker, Kemendagri
DDIOKK, Sesditjen DJPK, Kemenkeu
isi tap detail
tiap tahun
anggaran
TAP 1
Partisipasi
TAP 1
Partisipasi
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
TAP 7
Perencanaan  Daerah
TAP 7
Perencanaan  Daerah
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
TAP
TAP 8
Penganggaran Daerah
Pemprov/Pemda lokasi SKALA menyusun kebijakan dan dokumen anggaran yang berorientasi pada penerapan dan pemenuhan layanan dasar inklusif, secara tepat waktu dan berkualitas
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
Pemprov/Pemkab penerima dana OTSUS menyusun kebijakan dan dokumen perencanaan dan anggaran yang berorientasi pada penerapan dan pemenuhan layanan dasar inklusif secara tepat waktu, berkualitas dan konteks pembangunan wilayahnya
TAP 10
Pendapatan  Daerah
Pemprov/Pemda lokasi SKALA mengelola PDRD sesuai dengan regulasi terbaru
TAP 11
Dana Abadi Daerah
Lembaga pengelola DAD di Prov/Kab lokasi SKALA terbentuk (kebijakan dan prosedur telah tersedia)
TAP 12
Transfer ke Daerah (TKD)
Pengelola TKD di Prov/Kab lokasi SKALA mengalokasikan anggaran (DAU, DAK, DBH, dan Dana Desa) sesuai dengan sumber dan peruntukannya (berbasis penerapan dan pemenuhan layanan dasar yang inklusif)
Penganggaran
Pemetaan Masalah
- Komitmen penerapan SPM Pemda bervariasi.
- Analisis Standar Belanja untuk menghasilkan costing yandas berbasis SPM belum optimal. â
- Keterbatasan fiskal pada daerah-daerah tertentu.
- Belum sinkronnya prioritas dan belanja pusat-daerah.
Perubahan yang disasar
- Identifikasi rumusan program, kegiatan, sub- kegiatan & rincian belanja sesuai nomenklatur anggaran untuk penerapan kebutuhan layanan bagiragam disabilitas/kerentanan.
- Penerimaan daerah meningkat sehingga tersedia alokasi anggaran yang mencukupiâ
- Sinkronisasi dan penetapan anggaran dan sumber pembiayaan.
Integratif/Kolaboratif
PKD TKD, Pembangunan Indonesia Barat, Pembangunan Indonesia Timur, KPPA, Bappenas
PD Keuda, FTPUD Keuda, PAD Keuda, dan Sesditjen Bangda, Kemendagri
PDRD, DTU, DTK, DDIOKK, P2D, dan Sesditjen DJPK, Kemenkeu
isi tap detail
tiap tahun
anggaran
TAP 8
Penganggaran Daerah
TAP 8
Penganggaran Daerah
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
TAP 10
Pendapatan  Daerah
TAP 10
Pendapatan  Daerah
TAP 11
Dana Abadi Daerah
TAP 11
Dana Abadi Daerah
TAP 12
Transfer ke Daerah (TKD)
TAP 12
Transfer ke Daerah (TKD)
TAP
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki data penerapan SPM yang mutakhir, handal, terverifikasi, dan hasil bagi-pakai
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki rencana aksi penerapan SPM
Tim penerapan SPM Prov/Kab lokasi SKALA menjalankan peran korbinwas kepada Kab/Kota dan unit layanan
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
Pemprov/Pemkab penerima dana OTSUS menyusun kebijakan dan dokumen perencanaan dan anggaran yang berorientasi pada penerapan dan pemenuhan layanan dasar inklusif secara tepat waktu, berkualitas dan konteks pembangunan wilayahnya
Pelaksanaan Layanan
Pemetaan Masalah
- Pengawasan pelaksanaan layanan belum optimal.
- Keterbatasan kapasitas disain kegiatan penyediaan layanan.
Perubahan yang disasar
- Penyediaan SDM, standar dan prosedur, sarana dan prasarana, dll oleh unit teknis.
- Pemantauan dan pengawasan dilaksanakan.
Integratif/Kolaboratif
Pembangunan Indonesia Timur, Bappenas
Bangda, Kemendagri
isi tap detail
tiap tahun
anggaran
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
TAP 9
Perencanaan dan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus
TAP
TAP 2
Penguatan kebijakan dan kelembagaan satu data daerah
Sasaran Antara:
Siklus data daerah di Prov/Kab lokasi SKALA berfungsi optimal
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki data penerapan SPM yang mutakhir, handal, terverifikasi, dan hasil bagi-pakai
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki rencana aksi penerapan SPM
Tim penerapan SPM Prov/Kab lokasi SKALA menjalankan peran korbinwas kepada Kab/Kota dan unit layanan
Hasil Layanan
Pemetaan Masalah
- Pemetaan dan monitoring output dan outcome layanan belum terkonsolidasi.
- Peran binwas SPM dari Provinsi ke kabupaten/kota masih beragam.
Perubahan yang disasar
- Pemetaan hasil layanan dan analisa output (hasil-hasil dan penyebab).
- Identifikasi tindak lanjut dan perluasan cakupan layanan melalui pengembangan dan penetapan sasaran baru.
Integratif/Kolaboratif
PKKS, Bappenas
Sesditjen Bangda, PEIPD, Pusdatin dan Inspektorat II, Kemendagri
P2D, Sistem Perimbangan Keuangan, Kemenkeu
isi tap detail
tiap tahun
anggaran
TAP 2
Penguatan kebijakan dan kelembagaan satu data daerah
TAP 2
Penguatan kebijakan dan kelembagaan satu data daerah
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
TAP
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki data penerapan SPM yang mutakhir, handal, terverifikasi, dan hasil bagi-pakai
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki rencana aksi penerapan SPM
Tim penerapan SPM Prov/Kab lokasi SKALA menjalankan peran korbinwas kepada Kab/Kota dan unit layanan
Tindak lanjut hasil layanan
Pemetaan Masalah
- Pembahasan hasil layanan dan efektifitas kegiatan penyediaan layanan kurang diberi perhatian.
- Hasil monitoring dan evaluasi kurang dimanfaatkan.
Perubahan yang disasar
Data layanan dan pembangunan terkonsolidasi, terverifikasi, updated, dapat dibagi-pakaikan, dan konsisten.
Integratif/Kolaboratif
Pembangunan Indonesia Timur, Bappenas
isi tap detail
tiap tahun
anggaran
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
TAP 6
Pemprov/Pemda lokasi SKALA memiliki unit cost dan perhitungan biaya penerapan SPM
TAP
TAP 3
Penguatan sistem informasi tingkat desa
Sasaran Antara:
Desa di Kab/Kota lokasi SKALA mengoperasikan sistem informasi tingkat desa
TAP 5
Analisis dan Pemanfaatan data
Sasaran Antara:
Pemprov/Pemkab lokasi SKALA menghasilkan analisis berbasis data secara reguler yang sesuai kebutuhan perencanaan daerah (Renaksi SPM, dll.), berbasis alat analisis (misalnya SEPAKAT)
Pemerintah pusat menggunakan hasil analisis berbasis data daerah (mikro) dalam perumusan kebijakan dan program penyediaan layanan dasar inklusif
Pemutakhiran Data
Pemetaan Masalah
- Bervariasinya aplikasi perencanaan dan pendataan di daerah dan pusat.
- Tata kelola pemutakhiran data perlu diperkuat, termasuk untuk dibagi-pakai data antar K/L.
Perubahan yang disasar
Data yang dimutakhirkan dan divalidasikan secara sistematis dan perbaikan dokumen kinerja layanan dasar.
Integratif/Kolaboratif
KJS, Bappenas
Sesditjen Bina Bangda, Pusdatin, Kemendagri
P2D, DJPK, Sistem Perimbangan Keuangan, Kemenkeu
isi tap detail
tiap tahun
anggaran